Selasa, 16 Oktober 2012

Andai Aku Menjadi Ketua KPK...

Ketua KPK, sebuah posisi yang mempunyai tanggung jawab yang sangat besar di negeri ini dan juga sebuah posisi yang dibebankan tanggung jawab yang terbesar di negeri ini (menurut saya). mengapa saya bisa mengatakan yang terbesar?
Dikarenakan saat ini korupsi merupakan kejahatan nomor satu dan yang terbesar yang ada di Indonesia. Setiap harinya kita disuguhkan dengan berita-berita korupsi baik di TV, surat kabar, radia, dan media-media lainnya dari tindak korupsi yang paling ringan sampai yang paling parah. Melihat hal tersebut, saya rasa sekarang ini tidak ada orang yang tidak tahu mengenai apa itu korupsi di Indonesia. Bahkan menurut data yang didapatkan dari Organisasi Fund For Piece, mereka menyatakan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara yang terkorup dan menjadi salah satu negara yang dianggap gagal (sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/read/327659-indeks-persepsi-korupsi--indonesia-urutan-100)

selain itu berdasarkan data dari PPATK, propinsi yang mempunyai presentasi korupsi yang tertinggi adalah tidak lain dan tidak bukan adalah JAKARTA. hal ini sangat memprihatinkan mengingat walaupun sudah adanya KPK yang merupakan badan anti korupsi Indonesia yang bermarkas/berada juga di kota yang sama yaitu JAKARTA, tetap membuat Jakarta sebagai propinsi terkorup di Indonesia (sumber: http://atjehpost.com/read/2012/09/15/21177/5/5/Aceh-Peringkat-9-Terkorup-di-Indonesia)

kembali ke persoalan semula, Seandainya aku menjadi ketua KPK, apa yang saya akan lakukan?

pertama-tama saya akan memperbanyak anggota KPK dengan merekrut orang-orang yang dianggap bersih (anggapan bersih yang dimaksud dalam arti sudah melalui proses seleksi yang sudah ditentukan sebelumnya),   karena menurut saya saat ini KPK masih kekurangan orang untuk mengatasi sedemikan banyaknya kasus korupsi di negeri ini. Berkaitan dengan perekrutan anggota tersebut, tidak sebatas untuk orang Jakarta saja, tetapi untuk seluruh warga Indonesia dari kota-kota lainnya, dan perekrutan tersebut khususnya ditujukan untuk orang-orang yang sering mengkampanyekan gerakan anti korupsi (contohnya : mahasiswa2 yang sering mengkampanyekan gerakan anti korupsi) atau untuk worst case nya (jika tidak ada kandidat yang bersih sama sekali) yaitu dengan metode pelatihan seseorang dari kecil untuk dilatih menjadi seseorang yang anti korupsi (seperti yang kita lihat di film2 martial arts, dimana seseorang dilatih dari kecil untuk menjadi seorang master).

kemudian, saya akan mengadakan kerja sama dengan rakyat, karena menurut saya saat ini KPK kurang bekerja sama dengan rakyat, dan saya yakin rakyat akan mau diajak bekerja sama mengingat dampak korupsi tersebut, tentu saja yang dirugikan adalah rakyat, sehingga menurut saya rakyat tidak akan segan-segan untuk membantu untuk memberantas korupsi yang merugikan mereka. (terbukti dengan banyaknya dukungan rakyat saat ini kepada KPK). Rakyat dapat dijadikan "mata" bagi KPK untuk membantu penangkapan oknum-oknum yang melakukan tindak korupsi, dengan kata lain, dengan bersama-sama tentu kita bisa menghapus tindak korupsi sedikit demi sedikit. Untuk worst case nya, saya tidak segan-segan akan menyebarkan "WANTED" person announcement melalui TV, surat kabar, dsb kepada seorang yang sudah terbukti korupsi namun dengan sengaja melarikan diri, dan tentunya dengan adanya "award" bagi yang menemukannya/yang sudah memberikan kontribusi untuk penangkapannya baik saksi ataupun yang memberi informasi.

selanjutnya, yaitu tidak segan-segan ikut serta dalam penyelidikan/ikut turun ke lapangan untuk melakukan penyidikan, salah satunya dengan meminta daftar harta kekayaan secara dadakan kepada para suspect korupsi (orang-orang pemerintahan dengan tidak memandang posisi/jabatan) sebelum dan sesudah orang tersebut menjabat untuk diperiksa apakah ada keganjilan atau tidak, dan memberikan sanksi bagi setiap orang yang tidak mau dimintai daftar harta kekayaannya atau yang dengan sengaja mengulur waktu untuk dimintai serta sanksi yang berat (hukuman mati jika memang diperlukan) kepada orang-orang yang terbukti melakukan korupsi berat.

dan yang terakhir, tentu saja bekerja sama dengan pihak-pihak terkait yang dirasa perlu dalam pemberantasan korupsi seperti pihak kepolisian, dan sebagainya, dengan tetap aware/waspada bahkan kepada pihak yang diajak bekerja sama sekalipun, mengingat korupsi dapat terjadi dimana saja bahkan mungkin dapat terjadi di orang terdekat sekalipun.

demikian lah yang saya lakukan andaikan saya menjadi ketua KPK, semoga negara ini cepat terbebas dari korupsi :]

http://lombablogkpk.tempo.co/index/tanggal/54/Handy%20Lukito.html






Tidak ada komentar:

Posting Komentar